5 Hal untuk Menjadi Dokter yang Baik

Yuk! Cari Tahu 5 Hal untuk Menjadi Dokter yang Baik, Bagi Dokter Umum Maupun Spesialis.

Sumber : Womantalk.com

Menurut Alodokter, dokter umum adalah istilah yang dipakai untuk seorang dokter yang berfokus pada pengobatan masalah kesehatan dan gejala umum yang sedang dialami oleh pasien. Seorang dokter umum juga biasa dikenal sebagai dokter layanan tingkat pertama, di mana dokter umum itu berperan dalam memberikan pencegahan, diagnosis, dan penanganan awal, serta merujuk ke dokter spesialis apabila diperlukan.

Secara umum, perbedaan mendasar antara dokter umum dan dokter spesialis adalah pemberian layanan kesehatan yang sifatnya menyeluruh pada pasien. Baik dokter umum ataupun spesialis, mereka perlu menjadi dokter yang baik.

Untuk menjadi dokter yang baik, ada beberapa hal yang harus dimiliki. Nah, dilansir dari laman Guesehat, berikut ini penjelasan mengenai cara menjadi dokter yang baik.

  1. Kemampuan komunikasi yang baik

Dalam hal apapun komunikasi yang baik memang sangat penting. Terlebih hubungan dokter dengan pasien. Misalkan terdapat kendala bahasa yang berbeda antara dokter dan pasien, kemungkinan akan terjadi kesulitan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk mencari penyebab terjadinya keluhan pada pasien. Selain itu, dalam proses terapi komunikasi yang baik juga diperlukan. Keterampilan komunikasi yang dimaksud ini adalah keterampilan dalam berbicara maupun mendengarkan. Dokter harus informatif dalam menyampaikan informasi. Karena ketika seorang pasien tidak suka atau antipati terhadap cara dokter dalam berkomunikasi maka informasi yang disampaikan tidak akan diterima dengan baik. Jika hal ini terjadi, maka dokter dan pasien tidak akan memperoleh hasil dari apa yang ditargetkan untuk kesembuhan pasien.

  1. Rasa empati
READ  Fibrilasi Atrium Adalah Penyakit Jantung. Bagaimana Pencegahannya?

Sangat penting bagi dokter untuk memahami perasaan pasiennya. Rasa empati ini berbeda dengan rasa simpati. Empati ini adalah kemampuan untuk merasakan, menghayati, dan menempatkan diri sendiri sebagai orang lain tanpa harus tenggelam di dalamnya. Berempati tidak hanya sebatas berbasa-basi kepada pasien, tetapi juga dituntut untuk dapat mendengarkan aktif, responsif terhadap kebutuhan pasien, responsif terhadap kepentingan pasien, dan sebagainya. Empati ini berarti melakukan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan cara berpikir dari orang lain, yang bagi orang lain itu adalah hal menyenangkan dan benar. Karena apa yang menurut Anda baik, bisa saja justru terasa buruk bagi orang lain.

  1. Passion atau keinginan yang tulus
READ  Info Seputar Sistem Kesehatan Indonesia untuk Kesejahteraan Bersama

Keinginan tulus dalam membantu pasien mencapai keberhasilan terapi merupakan bagian dariĀ  hal sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Adapun keinginan yang tulus ini akan tersirat pada saat melayani pasien, dan tentu akan membuat dokter tersebut menjadi dokter favorit. Dengan begitu akan memudahkan komunikasi dan menumbuhkan rasa empati kepada pasien yang akan mempererat hubungan antara dokter dan pasien. Sehingga pasien menjadi terbuka dan hal ini memudahkan dalam hal pengumpulan data untuk diagnostik dan pemberian terapi selanjutnya.

  1. Memperlakukan pasien dengan hormat

Sudah hak yang lazim jika semua orang ingin diperlakukan dengan hormat. Demikian pula dengan seorang pasien. Sapa, salam, dan senyum, adalah bagian dari bentuk untuk menunjukkan rasa hormat. Selain itu, dalam melakukan pemeriksaan hendaknya seorang dokter perluĀ  menjelaskan terlebih dahulu kepada pasiennya tentang bagaimana prosedur pemeriksaan secara singkat dan meminta ijin untuk melakukannya.

  1. Melihat pasien secara holistik
READ  Berapa, Sih, Gaji Dokter Spesialis? Yuk, Simak Ulasan Ini!

Sebagai dokter yang baik dan profesional, perlu mengamati pasien secara holistik tidak hanya berdasarkan keluhan yang diutarakan atau sub-bagian yang dikuasai oleh dokter tersebut. Sebab terdapat sumber penyakit yang tidak hanya disebabkan oleh fisik tapi bisa juga psikis. Terkadang pikiran juga bisa jadi alasan mengapa sebuah penyakit tak kunjung sembuh. Dalam hal ini, dokter perlu melihat masalah pasien secara menyeluruh, tidak hanya sekedar luarnya saja. Karena rasa stress juga dapat memicu berbagai penyakit. Saat pikiran tidak dalam kondisi baik, proses penyembuhan pun dapat terhalang. Dan target antara pasien dan dokter pun tidak dapat berjalan dengan lancar.

Berikut tadi, ulasan mengenai bagaimana menjadi seorang dokter yang baik. Yang terpenting adalah manusiakanlah manusia karena anda juga seorang manusia yang ingin dimanusiakan.