payday loans
   
Banyak Kasus Penyakit-RI Jadi Tuan Rumah Kongres Epidemiologi PDF Print E-mail
Written by admin   

Saturday, March 26, 2011 1:19 AM "Billy N." <billy@mediator.web.id>

http://health.detik.com/read/2011/03/25/173857/1601500/763/banyak-kasus-penyakit-ri-jadi-tuan-rumah-kongres-epidemiologi?881104755

Banyak Kasus Penyakit, RI Jadi Tuan Rumah Kongres Epidemiologi

Banyaknya kasus penyakit baik yang menular dan tidak menular, serta penyakit-penyakit baru, membuat Indonesia memiliki banyak pengalaman untuk bisa dibagi dengan negara lain.
Pada bulan November 2011, Indonesia juga didaulat menjadi tuan rumah dari Konferensi Epidemiologi Internasional yang diadakan di Bali.
"Indonesia punya banyak yang bisa di-share, karena kita punya berbagai masalah (penyakit)," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, pada acara jumpa pers di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (25/3/2011).
Tepatnya tanggal 8-11 November 2011 akan diadakan The Sixth TEPHINET (Training Programs in Field Epidemiology and Public Health Intervention Network) Southeast Asia and Western Pacific Biregional Scientific Conference di Bali Nusa Dua Convention Centre.
TEPHINET merupakan jaringan epidemiologi global yang memposisikan diri membantu dan memberi dukungan kepada anggotanya, yaitu FETP (Field Epidemiology Training Programme) dan FELTP (Field Epidemiology and Laboratory Training Programme) di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan penerapan epidemiologi dan intervensi di lapangan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Sedangkan epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.
Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan
petunjuk kepada pada petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.
"Selama ini sudah beberapa kali kongres kita tidak pernah jadi tuan rumah, dan kita bersyukur pada tahun 2011 ini kita menjadi tuan
rumahnya," jelas Prof Tjandra.
dr Maria Consorcia Lim Quizon dari Safetynet menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang pertama di seluruh negara yang mengadakan training FETP.
"Kami sangat beruntung karena Indonesia menjadi tuan rumah, karena Indonesia punya banyak hal yang bisa di share, scientific community yang terutama mengenai emergen infection," jelas dr Maria.
Prof Tjandra mengatakan bahwa Indonesia punya banyak yang bisa dibagi, karena mempunyai berbagai masalah.
"Kita pada dasarnya punya 3 macam masalah, selain penyakit menular yang biasa seperti TB, Malaria, AIDS. Kita juga punya penyakit menular yang baru, kita punya H5N1, H1N1 ada, sementara sekarang penyakit menular juga meningkat. Kita punya program untuk penyakit menular yang lama yang sudah sejak awal, penyakit tidak menular relatif baru kita baru mulai tahun 2007-an , sementara pe nyakit yang new emerging disease kita tangani sesuai dengan waktunya. Jadi apa yang menjadi keberhasilan kita akan kita share, kekurangan kita juga akan kita share. Dan kita tentunya akan mengambil manfaat dari kongres ini untuk meningkatkan kemampuan kita," tutur Prof Tjandra.
Prof Tjandra menjelaskan, konferensi ilmiah ini bertujuan sebegai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan masyarakat dalam bidang epidemiologi terapan dalam menjawab berbagai masalah kesehatan dunia
  2. Berbagi informasi dan pengalaman dalam bidang epidemiologi dan intervensinya
  3. Membangun jejaring kerja
  4. Menunjukkan pencapaian mahasiswa FETP dan tenaga kesehatan
"Topiknya terbuka penyakit zoonosis, bisa penyakit menular seperti antraks, pes dan sebagainya, disamping penyakit-penyakit yang tidak menular juga bisa diangkat dalam topik ini. Jadi sesuai dengan temanya surveilens global, bagaimana penyakit menular H1N1, H5N1, SARS dulu yang tidak kenal tapal batas, dia tidak perlu bawa paspor masuk ke Indonesia, masuk ke negeri orang, maka social network itu sangat penting, ini salah satu wadahnya," jelas Dr I Nyoman Kandun, Direktur FETP Indonesia.
Konferensi ini akan diikuti oleh 40 negara dan diharapkan bisa mencapai sekitar 700 peserta. Ahli atau mahasiswa di bidang
epidemiologi bisa ikut serta dan mendaftarkan abstrak penelitiannya di web http://tephinet.fetpindonesia.org.
"Kongres ini membahas kemajuan dari satu negara dengan negara yang lain. Nah, kita tentu juga akan menbahas kemajuan-kemajuan kita, juga dari Filipina, China, dan lainnya. Apa yang dilakukan di negaranya, kemudian kita akan berdikusi apa yang bisa diambil dari negara lain," jelas Prof Tjandra.
 

Add comment


Berita Nasional

kulon-progo-distribusikan-vaksin-flu-burung- Kulon Progo - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mendistribusikan 25.000 vaksin flu burung (H5N1) clade 2.3.2 kepada para peternak itik di sana. Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo, Drajad Purbadi, kepada Antara, di Kulon Progo, Senin (14/1), mengatakan, distribusi vaksin melaui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan (UPTD Puskeswan) di wilayah utara, tengan dan selatan di wilayah Kulon Progo. "Penyebaran H5N1 clade 2.3.2 telah menyerang itik di Kabupaten Kulon Progo pada Oktober 2012. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta untuk mengantasi penyebaran virus ini....
tingkatkan-pelayanan-pasien-di-depok-anggaran-kesehatan-harus-digenjo SEBAGAI kota penyangga ibu kota, pelayanan kesehatan di Depok masih belum optimal. Nyatanya, masih banyak warga Depok yang berobat dan mencari fasilitas kesehatan ke Jakarta. Betapa tidak, tahun 2013 anggaran kesehatan di APBD Depok masih jauh dari aturan Undang-Undang Kesehatan, yakni mewajibkan 10 persen dari APBD. Dana kesehatan saat ini sebesar Rp97 miliar masih di bawah 10 persen APBD senilai Rp1,6 triliun. Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rahmawati mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan sangat tinggi, sementara RSUD Depok selalu penuh sesak. Apalagi pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Sementara infrastruktur kesehatan, kata dia, masih belum memadai. Farida mengakui kuncinya memang penataan kembali plafon anggaran prioritas...

Berita Internasional

kwara-resident-doctors-embark-on-rural-health-careThe 400 membership of Association of Resident Doctors in the University of Ilorin Teaching Hospital (UITH) has embarked on rural medical posting/outreach with the aim of complementing government efforts on rural community health care programme. Speaking at the free screening exercise for non communicable diseases like hypertension and diabetes among civil servants in Ilorin, the president of the association, Dr. Dele Tajudeen, said the programme was part of goals aimed at giving back to the community. Dr. Tajudeen, who said the pilot exercise of the rural medical outreach had been carried out in Offa and Esie communities, adding that resident doctors from...
survey-most-rural-doctors-in-southern-kentucky-not-prepared-to-implement-electronic-health-recordsMany rural providers near retirement weigh making investment versus closing practice LONDON, Ky. (April 5, 2013) — A new electronic health records (EHR) survey released this week found that 63 percent of rural health providers have not installed the new EHR software as mandated by the American Recovery and Reinvestment Act of 2009. More than 280 of the small and rural doctor practices surveyed in the Southern Kentucky region could be impacted and would face financial penalties from Medicaid and Medicare if they do not have new electronic health records software installed by 2015. More than 280 of the small and rural doctor...
RocketTheme Joomla Templates