| Akses Kesehatan Sangat Terbatas |
|
|
|
| Written by admin |
Wed Dec 14, 2011 3:28 am "Billy N." <billy@mediator.web.id>http://health.kompas.com/read/2011/12/14/06475297/Akses.Kesehatan.Sangat.Terbata\sAkses Kesehatan Sangat Terbatas Program jaminan kesehatan disediakan pemerintah bagi warga miskin, tetapi sangat terbatas. Padahal, warga amat membutuhkan program ini karena biayanya lebih murah dibandingkan berobat tanpa menggunakan program ini. Pemerintah diharapkan memperluas jangkauannya. Isrun Lubis, warga Jalan Aksara, Medan, Sumatera Utara, Selasa (13/12), menegaskan, pihaknya tak mengeluarkan uang sepeser pun selama ibunya, Kamsiah Nasution, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi. ”Kami hanya bayar Rp 20.000 untuk mengurus kartu Medan Sehat. Itu pun sekadar uang terima kasih kepada petugas,” ujarnya. Medan Sehat atau Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) mempermudah warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan. JPKMS merupakan program pendamping Jaminan Kesehatan Masyarakat dari pemerintah pusat. Tahun ini, anggaran Medan Sehat sekitar Rp 25 miliar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi, kuota Medan Sehat hanya untuk 350.000 jiwa. Dia berharap Kota Medan dapat meningkatkan anggaran Medan Sehat agar cakupannya lebih luas. Sementara itu, B Sihaloho (53), warga Kabupaten Simalungun, menjelaskan, sebelum memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dia mengeluarkan Rp 12 juta untuk biaya anaknya yang patah kaki. Begitu punya kartu Jamkesda, dia tak perlu mengeluarkan uang saat harus membawa istrinya, Rosaida Sitorus, ke rumah sakit karena mengidap kanker payudara. Meskipun kartu Jamkesda sangat membantu, Sihaloho mengeluhkan proses pengurusannya. ”Butuh waktu sepekan dan harus bolak-balik ke kantor bupati,” kata pria yang tinggal 40 kilometer dari kantor bupati ini. Namun, akses kesehatan bagi warga miskin ini tidak mencakup seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara sebab alokasi dana rata-rata hanya Rp 250 juta. Sementara itu, nasib tak beruntung dihadapi warga miskin di Rembang, Jawa Tengah, dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Abdul Sodik (27), warga Kampung Rancabakung, Desa Sarimukti, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, harus berutang. ”Sebulan lalu, saya terpaksa berutang Rp 600.000 karena harus membayar biaya pengobatan anak yang sakit keras selama seminggu,” katanya. |







