Fibrilasi Atrium Adalah Penyakit Jantung. Bagaimana Pencegahannya?

Fibrilasi Atrium atau biasa dalam medis disingkat FA adalah salah satu jenis aritmia, yaitu kondisi kesehatan yang mengacu pada hantaran sinyal listrik yang tidak benar atau tidak teratur pada jantung. FA ini biasanya ditandai denyut jantung tidak teratur dan sering cepat atau bergetar yang disebut fibrilasi.

Menurut Docdoc, fibrilasi atrium ini dapat bersifat:

  1. Paroksisimal yaitu serangan atau kekambuhan gejala secara tiba-tiba.
  2. Persisten yaitu serangan atau kekambuhan gejala yang akan berhenti dengan pemberian obat.
  3. Permanen yaitu serangan atau kekambuhan gejala yang menetap dan tidak berhenti walau diberi obat.

Umumnya pasien datang tanpa gejala, dan keadaan ini ditemukan ketika dilakukan tes seperti EKG untuk penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan beresiko stroke karena ketidakmampuan jantung untuk memompa darah. Darah menjadi terkumpul di atrium atas di mana gumpalannya menjadi penghalang aliran darah di jantung sehingga peningkatan tekanan darah.

READ  Ini Lho Gejala Gangguan Elektrolit Yang Bisa Kamu Kenali

Bagaimana keadaan jantung penderita fibrilasi?

Penderita atrial fibrilasi dapat merasakan gejala lemas, jantung berdebar, dan sesak napas. Denyut jantung yang normal berkisar antara 60-100 kali per menit dengan irama yang teratur. Namun, berbeda pada penderita atrial fibrillation atau atrial fibrilasi, irama jantung menjadi tidak teratur dan terkadang bahkan bisa sangat cepat. Terjadi dalam beberapa kasus, denyut jantung seseorang yang mengalami atrial fibrilasi bisa lebih dari 100 kali per menit. Gejala fibrilasi atrium bisa hilang timbul, berlangsung lama, atau bahkan permanen. Apabila dibiarkan, atrial fibrilasi bisa mengakibatkan gagal jantung dan stroke.

Nah, fibrilasi atrium ini adalah salah satu kondisi yang bisa hilang timbul atau dapat pula tidak kunjung menghilang. Meski biasanya tidak mengancam nyawa, namun atrial fibrilasi merupakan kondisi medis serius yang terkadang memerlukan perawatan darurat agar mencegah terjadinya komplikasi yang parah. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, atrial fibrilasi ini bisa menjadikan darah menggumpal yang dapat membuat aliran darah tersumbat.

READ  Cara Membaca Hasil Pada Pemeriksaan Tekanan Darah

Seberapa umumkah atrial fibrilasi?

Dilansir dari laman Hellosehat, atrial fibrilasi ini merupakan aritmia yang paling sering di jumpai. Penyakit ini tidak pandang gender, artinya dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dan risiko cenderung akan meningkat dengan bertambahnya usia. Orang yang berusia di atas 50 tahun lebih sering terkena penyakit ini.

Ketika seseorang mengalami fibrilasi atrium, atrium atau serambi kanan dan kiri jantung berdenyut secara tidak menentu serta tidak berkoordinasi dengan ventrikel atau bilik kanan dan kiri. Fibrilasi atrium ini bisa menyebabkan terjadinya dada berdebar-debar, sesak napas, dan rasa lemah.

Gejolak fibrilasi atrium ini biasanya hilang timbul, atau seseorang dapat mengalami fibrilasi atrium yang terus-menerus sehingga membutuhkan penanganan. Meskipun fibrilasi atrium saja tidak mengancam jiwa, tetapi keadaan ini merupakan kondisi kesehatan yang terbilang serius dan terkadang membutuhkan penanganan gawat darurat.

READ  Gangguan Elektrolit Adalah Masalah Yang Berbahaya

Fibrilasi atrium juga dapat menyebabkan komplikasi seperti timbulnya bekuan darah di jantung yang dapat terkirim ke organ lain dan menyebabkan terjadinya hambatan aliran darah.

Pencegahan fibrilasi atrium

Dilansir dari laman Alodokter, fibtrilasi atrium atau disingkat AF ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, sehingga lebih sulit untuk mencegahnya. Nah, umumnya untuk mencegah AF dapat dilakukan dengan cara pemeliharaan kesehatan organ jantung. Beberapa gaya hidup sehat yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung adalah sebagai berikut.

  1. Rutin berolahraga.
  2. Mempertahankan berat badan ideal.
  3. Mengonsumsi makanan tinggi serat, misalnya buah dan sayur.
  4. Berhenti merokok.
  5. Mengelola stres dengan baik.
  6. Atrial fibrilasi juga dapat dicegah dengan cara membatasi minuman yang mengandung alkohol dan kafein, serta berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat batuk pilek yang dijual bebas. Ikuti dosis dan aturan pakai sesuai dengan yang tertera di kemasan obat.