payday loans
   
Bicara Rokok siapa yang untung PDF Print E-mail
Written by admin   

Tuesday, April 6, 2010 2:35 AM
"wahyu sulistiadi" <wahyufkm@yahoo.co.id>
ini berita hasil seminar di FKMUI
Wahyu S

JAKARTA (SuaraMedia News) - SW, bocah 4 tahun yang sudah aktif merokok, harus segera menjalani uji faal paru. Langkah ini untuk mengetahui kemampuan fungsi paru-paru balita yang sudah merokok semenjak umur 1,5 tahun itu. "Untuk orang dewasa saja rokok sudah berbahaya, apalagi untuk anak balita (yang rentan)," kata dokter spesialis paru, Satria Pratama, usai diskusi di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Depok, Sabtu (3/4/2010).
Satria menjelaskan, jangankan sebagai perokok aktif, anak balita yang menjadi perokok pasif saja tidak sedikit yang menjadi korban. Berdasarkan data Unicef 2006, dengan kematian balita 162 ribu per tahun, konsumsi rokok keluarga miskin menyumbang 32 ribu kematian per tahun atau 90 balita per hari. Belum lagi imbasnya pada kerentanan terjangkit penyakit. Perokok berpotensi 5 kali lipat terjangkit TBC ketimbang yang bukan perokok. "Orang tua harus segera periksa paru anak tersebut," kata dia.
Satria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Health Development (Inhealth), mendesak pemerintah untuk mengendalikan distribusi rokok, membatasi iklan rokok dan melindungi anak dan perempuan lansia dari bahaya rokok. Kasus SW adalah salah satu bentuk tanggung jawab perlindungan yang harus dilakukan pemerintah.
Sebelumnya, kasus bocah berumur 4 tahun yang sudah merokok layaknya orang dewasa, disinyalir terjadi karena iklan rokok yang berlebihan. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan ketat tentang iklan-iklan tersebut. Salah satunya dengan mempercepat pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.
"RPP tentang pengendalian tembakau harus dipercepat. Ini adalah contoh kasusnya. Anak-anak itu tahu dari iklan berlebihan," kata Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Muhammad.
Menurut Kartono, berdasarkan penelitian UI, sejumlah anak-anak yang merokok diketahui berasal dari iklan. Selain itu, ada juga perokok yang dipengaruhi oleh teman-temannya. "Mereka merasa lebih jago atau macho kalau merokok. Pengen seperti itulah terlihatnya, " tambahnya. Tidak hanya itu, perokok anak-anak juga bisa ditimbulkan oleh penjualan rokok ketengan. Bahkan, sebagian anak ada yang memperoleh rokok dari acara-acara musik yang disponsori perusahaan rokok dengan pembagian sampel gratis. "Kalau ada konser itu kan suka ada pembagian sampel rokok. Yang datang kan umumnya anak-anak dan remaja. Sekali mereka dapat itu gratis nanti kecanduan ya sudah," jelasnya.
Dengan demikian, ia meminta draf RPP Pengendalian Tembakau yang memperketat iklan rokok dan penjualannya disahkan segera. Hal ini penting untuk mencegah kasus mirip SW di daerah lainnya.
"Peran orang tua bisa mencegah itu. Tapi peran pemerintah harus membuat ketentuan yang memperketat iklan dan penjualan. Salah satunya RPP Tembakau," tutupnya. SW menjadi perbincangan di internet sejak video yang menunjukkan bocah itu merokok dan berbicara cabul muncul di Youtube. Namun kini, video itu sudah diblokir karena dianggap melanggar aturan penggunaan. Di video itu, SW terlihat sangat 'jago' menghisap rokok. Bocah itu juga bisa membuat kepulan asap rokok berbentuk cincin. SW juga menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya dengan kata-kata tidak senonoh. Orang-orang dewasa di sekitarnya terdengar tertawa terbahak-bahak.
Sementara itu, isu terancamnya kesejahteraan petani dan buruh rokok jika RPP Pengendalian Tembakau disahkan, hanya untuk membiaskan isu kesehatan. Upaya pengendalian dampak tembakau terhadap kesehatan tidak mempunyai keterkaitan dengan kondisi petani tembakau dan buruh industri rokok.
"Untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, harusnya impor daun tembakau dibatasi dan rantai perdagangan dipangkas," kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center (TCSC), dalam diskusi 'Bicara Rokok, Siapa Untung?' di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Depok.
Berdasarkan data TCSC, jumlah pekerja industri rokok tahun 2000-2006 berkisar 270 ribu atau 0,3 persen dari jumlah tenaga kerja. Rata-rata upah bulanan buruh rokok hanya 62 persen dari upah pekerja semua industri. Rata-rata upah bulanan tahun 2006 pekerja industri rokok hanya Rp 670 ribu.
"Buruh pabrik rokok perlu dinaikkan upahnya agar setara dengan industri lain," kata Setyo. Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Demografi UI, kata Setyo, dua dari tiga petani tembakau justru ingin beralih ke usaha lain. Jumlah petani tembakau juga menurun dari 913 ribu tahun 2001 menjadi 582 ribu tahun 2007.
"Jadi siapa yang sebenarnya diuntungkan dari industri rokok?" kata Setyo sambil memastikan perusahaan rokoklah yang paling mengeruk keuntungan. (fn/d3t) www.suaramedia. com

Tuesday, April 6, 2010 4:44 AM
"Hendri Yanto" <hendriyanto38@yahoo.com>  

Dear all,
lha kan. saran sy kondisi itu harus dipubilkasikan secara luas , jangan hanya terbatas di kalangan kampus. Libatkan media secara lebih masif. terutama media televisi. karena masyarakat menengah kebawah yg nb sebagian besar dari jumlah perokok tidak begitu terpapar dg surat kabar.Teman2 di depkes dan aktifis anti tembakau mungkin bisa jd inisiator. Jangan kalah gesit sm industri rokok.  salam anti tembakau

Tuesday, April 6, 2010 5:09 AM
"zulfendri jolly" <zulfendri_jolly@yahoo.com>

Dear pak hendri dan teman-teman milis
kalau boleh saya menyampaikan saran....... .......
Kalau sebagian besar kelompok masyarakat menengah ke bawah adalah perokok sebagian besar terpapar dengan media TV. Gimana aktifis anti rokok atau mungkin bekerja sama sengan depkes membuat sebuah sinetron beberapa episode yang dikemas secara apik dengan judul yang menarik yang menceritakan fokusnya pada rokok adalah salah satu penyebab kematian atau pembunuhan secara pelan-pelan. Atau dibuat dialog secara rutin di TV dengan melibatkan kelompok perokok dan tidak perokok bagaimana strategi yang tepat untuk penanggulangan tembakau dalam hal ini rokok, minimal implementasi terhadap daerah bebas asap rokok sebagaimana dicantumkan di dalam UU Kesehatan dapat diindahkan oleh kelompok masyarakat perokok.

 

Add comment


Berita Nasional

kulon-progo-distribusikan-vaksin-flu-burung- Kulon Progo - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mendistribusikan 25.000 vaksin flu burung (H5N1) clade 2.3.2 kepada para peternak itik di sana. Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo, Drajad Purbadi, kepada Antara, di Kulon Progo, Senin (14/1), mengatakan, distribusi vaksin melaui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan (UPTD Puskeswan) di wilayah utara, tengan dan selatan di wilayah Kulon Progo. "Penyebaran H5N1 clade 2.3.2 telah menyerang itik di Kabupaten Kulon Progo pada Oktober 2012. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta untuk mengantasi penyebaran virus ini....
tingkatkan-pelayanan-pasien-di-depok-anggaran-kesehatan-harus-digenjo SEBAGAI kota penyangga ibu kota, pelayanan kesehatan di Depok masih belum optimal. Nyatanya, masih banyak warga Depok yang berobat dan mencari fasilitas kesehatan ke Jakarta. Betapa tidak, tahun 2013 anggaran kesehatan di APBD Depok masih jauh dari aturan Undang-Undang Kesehatan, yakni mewajibkan 10 persen dari APBD. Dana kesehatan saat ini sebesar Rp97 miliar masih di bawah 10 persen APBD senilai Rp1,6 triliun. Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rahmawati mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan sangat tinggi, sementara RSUD Depok selalu penuh sesak. Apalagi pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Sementara infrastruktur kesehatan, kata dia, masih belum memadai. Farida mengakui kuncinya memang penataan kembali plafon anggaran prioritas...

Berita Internasional

kwara-resident-doctors-embark-on-rural-health-careThe 400 membership of Association of Resident Doctors in the University of Ilorin Teaching Hospital (UITH) has embarked on rural medical posting/outreach with the aim of complementing government efforts on rural community health care programme. Speaking at the free screening exercise for non communicable diseases like hypertension and diabetes among civil servants in Ilorin, the president of the association, Dr. Dele Tajudeen, said the programme was part of goals aimed at giving back to the community. Dr. Tajudeen, who said the pilot exercise of the rural medical outreach had been carried out in Offa and Esie communities, adding that resident doctors from...
survey-most-rural-doctors-in-southern-kentucky-not-prepared-to-implement-electronic-health-recordsMany rural providers near retirement weigh making investment versus closing practice LONDON, Ky. (April 5, 2013) — A new electronic health records (EHR) survey released this week found that 63 percent of rural health providers have not installed the new EHR software as mandated by the American Recovery and Reinvestment Act of 2009. More than 280 of the small and rural doctor practices surveyed in the Southern Kentucky region could be impacted and would face financial penalties from Medicaid and Medicare if they do not have new electronic health records software installed by 2015. More than 280 of the small and rural doctor...
RocketTheme Joomla Templates