Dinyatakan Sembuh dan Tidak Bisa Bayar Tapi Infus Tidak Dicabut
Written by admin
Sunday, July 25, 2010 2:09 AM "Kartono Mohamad" <kmjp47@indosat.net.id>
Adakah yang dapat mengkonfirmasi, menjelaskan, atau menyanggah berita ini? duka negeriku....
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit. Dinyatakan Sembuh, Tak Bisa Bayar Tapi Infus Tidak Dicabut
Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Darus Syifa' Jalan Raya Benowo, sangat 'menyakitkan' bagi Tressia Hermin Uneputih (17) warga Lempung Tama, Candi Lontar, Surabaya. Meski dinyatakan sembuh dari demam berdarah (DB), selang infus masih 'menancap' di tangannya, bahkan infus tersebut tidak mengalir 'disengaja' dihentikan pihak perawat. "Saya sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Tapi karena tidak bisa membayar, infusnya tidak dicabut," ujar Tressia kepada detiksurabaya. com di ruang Seruni Lantai II RSI Darus Syifa', Sabtu (24/7/2010). Tressia anak pasangan almarhum Deny Uneputih dan almarhum Soesana Jisui Sukarni Uneputih, menjalani perawatan di RSI Darus Syifa' sejak Kamis (15/7/2010) sore. Selang 6 hari, pada Rabu (20/7/2010) siswi yang duduk di kelas III IPA SMAN 11 Surabaya, mulai merasakan 'sakit'. Infus yang tertancap dan 'disengaja' dihentikan oleh perawat RSI Darus Syifa' membuatnya kesakitan. Bahkan, tangannya yang 'ditancapi' selang infus sempat membengkak. Tangannya juga merasakan sakit dan ngilu, tapi keluhannya tak pernah ditanggapi perawat. "Saya kan merasakan sakit sampai membengkak. Kemarin juga sakit dan saya menanyakan kenapa tidak dilepas. Kata perawat, selang tidak dilepas menunggu penyelesaian administrasi dulu," tuturnya. Tressia memang keluarga tidak mampu dan hidupnya menumpang di rumah neneknya yang juga orang miskin dan tinggal berpindah-pindah rumah kos. Demi mengurangi rasa sakitnya, Tressia menawarkan handphone miliknya ke perawat sebagai jaminannya. "Saya sudah tidak kuat lagi menahan sakit sampai HP saya berikan untuk jaminan. Katanya iya nanti dikonsultasikan, tapi sampai sekarang masih tetap belum dicabut," ujarnya. Ia berharap, selang infus yang 'menyakitkan dirinya' dapat segera dilepaskan. "Saya sudah nggak kuat lagi menahan sakit," tuturnya.
Kulon Progo - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mendistribusikan 25.000 vaksin flu burung (H5N1) clade 2.3.2 kepada para peternak itik di sana.
Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo, Drajad Purbadi, kepada Antara, di Kulon Progo, Senin (14/1), mengatakan, distribusi vaksin melaui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan (UPTD Puskeswan) di wilayah utara, tengan dan selatan di wilayah Kulon Progo.
"Penyebaran H5N1 clade 2.3.2 telah menyerang itik di Kabupaten Kulon Progo pada Oktober 2012. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta untuk mengantasi penyebaran virus ini....
SEBAGAI kota penyangga ibu kota, pelayanan kesehatan di Depok masih belum optimal. Nyatanya, masih banyak warga Depok yang berobat dan mencari fasilitas kesehatan ke Jakarta.
Betapa tidak, tahun 2013 anggaran kesehatan di APBD Depok masih jauh dari aturan Undang-Undang Kesehatan, yakni mewajibkan 10 persen dari APBD. Dana kesehatan saat ini sebesar Rp97 miliar masih di bawah 10 persen APBD senilai Rp1,6 triliun.
Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rahmawati mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan sangat tinggi, sementara RSUD Depok selalu penuh sesak. Apalagi pertumbuhan penduduk semakin meningkat.
Sementara infrastruktur kesehatan, kata dia, masih belum memadai. Farida mengakui kuncinya memang penataan kembali plafon anggaran prioritas...
The 400 membership of Association of Resident Doctors in the University of Ilorin Teaching Hospital (UITH) has embarked on rural medical posting/outreach with the aim of complementing government efforts on rural community health care programme.
Speaking at the free screening exercise for non communicable diseases like hypertension and diabetes among civil servants in Ilorin, the president of the association, Dr. Dele Tajudeen, said the programme was part of goals aimed at giving back to the community.
Dr. Tajudeen, who said the pilot exercise of the rural medical outreach had been carried out in Offa and Esie communities, adding that resident doctors from...
Many rural providers near retirement weigh making investment versus closing practice
LONDON, Ky. (April 5, 2013) — A new electronic health records (EHR) survey released this week found that 63 percent of rural health providers have not installed the new EHR software as mandated by the American Recovery and Reinvestment Act of 2009.
More than 280 of the small and rural doctor practices surveyed in the Southern Kentucky region could be impacted and would face financial penalties from Medicaid and Medicare if they do not have new electronic health records software installed by 2015.
More than 280 of the small and rural doctor...