|
Monday, December 28, 2009 6:33 PM "Billy N." <billy@hukum-kesehatan.web.id> http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/12/28/ 18104725/ pt.askes. siapkan.layanan. jamkesda PT Askes Siapkan Layanan Jamkesda PT Askes (persero) siap memberikan layanan jaminan kesehatan daerah atau jamkesda. Untuk merealisasikannya, pada tahun 2010 PT Askes akan mengadakan nota kesepahaman (MoU) dengan 125 kabupaten dan kota di Indonesia. "Program ini di luar jamkesmas pemerintah pusat. Nanti 125 daerah yang mengadakan MoU dengan PT Askes itu akan menyerahkan dananya ke PT Askes, dan kami diberi dana lima persen sebagai biaya operasional. Selebihnya dana untuk layanan peserta," ujar Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa di sela-sela acara penyerahan bantuan pembangunan masjid di Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (28/12/2009) . Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki infrastruktur hingga ke daerah-daerah, lanjut Subawa, PT Askes siap membantu pemerintah dalam layanan jaminan asuransi kesehatan. Bahkan, apabila program Jamkesmas diserahkan kepada PT Askes, PT Askes siap untuk melaksanakannya. "Sebenarnya 220 juta rakyat Indonesia ini layanan asuransi kesehatannya diserahkan ke Askes, kami pun siap. Infrastruktur dan perangkat teknologi informasi kami memadai untuk itu. Lagi pula, kami adalah BUMN, milik pemerintah juga," kata dia. Kondisi keuangan PT Askes saat ini, lanjut Subawa, dalam kondisi sehat. Semua premi dari 16 juta peserta askes kembali kepada peserta. Biaya operasional sebesar Rp 520 miliar per tahun tak diambilkan dari premi, melainkan dari dana investasi yang besarnya Rp 935 miliar per tahun. "Artinya, pemerintah dalam kondisi kolaps selama setahun pun kami masih mampu beroperasi," imbuh dia. Sisa hasil usaha PT Askes tahun 2009 ini meningkat dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,8 triliun pada tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sebesar dua persen dialokasikan untuk program bantuan sosial di antaranya bantuan bencana alam, pembangunan tempat ibadah, bina lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Untuk tahun 2009, jumlah dana bantuan sosial sebesar Rp 30 miliar. Pada tahun 2010 ditargetkan meningkat menjadi Rp 40 miliar. Jumlah peserta Askes saat ini mencapai 16 juta. Dari jumlah tersebut, 2,5 juta adalah masyarakat umum, dan sisanya pegawai negeri sipil serta pensiunan. Dana kelolaan PT Askes mencapai Rp 6 triliun.
Tuesday, December 29, 2009 2:29 AM "aris aris ugm" <aris_ugm@yahoo.com> ASKES adalah BUMN, jelas profit oriented. Sedangkan social health insurance (termasuk Jamkesda) tidak bisa dijadikan sebagai objek untuk generating profit. Ruh gotong royong royong juga tidak ada dalam lembaga semacam ini. Bagaimana dengan pengalaman penyelenggaraan Askeskin? Bagaimana dengan Peran Daerah, hanya cukupkah menyerahkan uang ke Pusat? Bagaimana penyelenggaraan SHI, apakah PT Askes sebagai risk taker? Atau hanya sebagai administrator sebagaimana pengalaman penyelenggaraan Askeskin dulu? Resiko kekurangan dana menjadi tanggung jawab Pemda? Bagaimana dengan Otonomi Daerah termasuk bidang kesehatan? Terima kasih
|