Thursday, January 28, 2010 1:38 AM "Billy N." <billy@mediator.web.id>
Di Indonesia, Miskin adalah Kebanggaan Rustan Ambo Asse Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin makassar,sekarang bertugas sebagai dokter Gigi PTT di provinsi Kalimantan Timur. Mantan Ketua Dewan Mahasiswa Profesi FKG UNHAS. Ada cerita menarik di seputar pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan peso kabupaten Bulungan. Tempatku bertugas. saya dan anda semua pasti sudah sangat paham, bahwa Jamkesmas adalah salah satu upaya pemerataan pelayanan kesehatan khususnya bagi mereka masyarakat yang miskin. Nah, cerita menarik apa yang ingin saya ungkap di balik kisah Jamkesmas ini, konon karena lemahnya pendataaan rakyat miskin di tingkat aparatur desa, mengakibatkan munculnya kebijakan baru, yakni bagi mereka yang tidak tercatat dan tidak memiliki kartu jamkesmas tapi dikategorikan miskin, maka cukup dengan surat keterangan miskin dari kepala desa yang belakangan di sebut SKTM. Anehnya di tempat ini, beberapa oknum menjadikan hal ini sebagai peluang, entahlah aparatur desanya sulit mengkategorikan miskin itu seperti apa, atukah beberapa masyarakat yang bahagia di bilang miskin. Beberapa pengalaman pasien tanpa Jamkesmas yang sesungguhnya mampu dalam hal biaya pengoba tan sering memamfaatkan SKTM ini sebagai surat sakti dari kepala desa. Bagi masyarakat kalimantan timur yang pada umumnya dimanjakan oleh pemerintah daerah dalam hal kesehatan, tentunya mungkin bagi beberapa orang sebagai hal yang biasa saja. Tapi, substansinya tidak demikian. Karena dalam hal pelaksanaan kebijakan jamkesmas, ini menjadi tidak adil, terutama bagaimana menjelaskan rasionalisasinya ke masyarakat miskin yang kritis juga nanti upaya pengawasan Bawasda di daerah masing-masing. Kalimantan Timur adalah provinsi yang sangat memanjakan masyarakatnya, atau dalam bahasa formalnya kesehatan derajat ke-gratisan-nya lebih unggul di banding yang lain. Sepanjang pengetahuan saya, untuk pasien rujuk saja dari puskesmas ke rumah sakit kabupaten, pasien akan dibiayai transportasinya, biaya nginapnya dan sebagainya. Lain halnya cerita seorang kawan tentang bagaiamana pendidikan gratis di tempat ini, untuk mereka yang kebetulan kuliah, mereka akan dibiayai oleh pemda dari A-z, hinggga biaya transportasi wisuda nantinya pun akan di tanggung oleh pemerintah, juga keluarga yang ikut mengantar, pulang-pergi. Konsekwensinya kemudian, mereka yang tak lulus seleksi bantuan pendidikan pemda berhenti sekolah, sederhananya tanpa di bantu pemda mereka ogah untuk kuliah. Paling tidak itulah hasil pengamatan sederhana saya di tempat ini, hingga suatu hari seorang teman di puskesmas daerah ini berujar” kemisikinan begitu membanggakan di tempat ini, kemiskinan selalu menjadi alasan untuk di bantu’? penerapan kualitas pelayanan yang berbasis data seperti jamkesmas sesungguhnya harus berawal dari akurasi dan cakupan pendataan tingkat desa yang benar-benar valid. Ini untuk tidak melakukan pembiaran terhadap oknum masyarakat yang sebenarnya mampu tapi mengaku miskin, reformasi birokrasi di institusi manapun harus di mulai dari hal sederhana dan penting seperti ini. Jamkesmas sampai hari adalah denyut nadi bagi mereka yang benar-benar miskin secara ekonomi, kesehatanya sangat tergantung dari kartu kecil itu, mereka yang berasal dari desa-desa yang jauh, di pinggir-pinggir sungai kayan yang bergiram itu, rela menempuh perjalanan beresiko demi mendapatkan hak untuk di sehatkan. Tenaga kesehatan yang bertugas, khususnya yang berkaitan dengan administrasi, sering sekali menerima surat SKTM itu yang hanya beberpa detik lahir dari tanda tangan aparatur desa. Lemahnya kontrol kita terhadap hal semacam ini, adalah cermin dari betapa bobroknya birokrasi di Indonesia. Miskin adalah sebuah keterpaksaan, seyogyanya jangan menjadikan alasan untuk mengaburkan rasa keadilan, khususnya pada penerapan pelayanan jamkesmas.
Kulon Progo - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mendistribusikan 25.000 vaksin flu burung (H5N1) clade 2.3.2 kepada para peternak itik di sana.
Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo, Drajad Purbadi, kepada Antara, di Kulon Progo, Senin (14/1), mengatakan, distribusi vaksin melaui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan (UPTD Puskeswan) di wilayah utara, tengan dan selatan di wilayah Kulon Progo.
"Penyebaran H5N1 clade 2.3.2 telah menyerang itik di Kabupaten Kulon Progo pada Oktober 2012. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta untuk mengantasi penyebaran virus ini....
SEBAGAI kota penyangga ibu kota, pelayanan kesehatan di Depok masih belum optimal. Nyatanya, masih banyak warga Depok yang berobat dan mencari fasilitas kesehatan ke Jakarta.
Betapa tidak, tahun 2013 anggaran kesehatan di APBD Depok masih jauh dari aturan Undang-Undang Kesehatan, yakni mewajibkan 10 persen dari APBD. Dana kesehatan saat ini sebesar Rp97 miliar masih di bawah 10 persen APBD senilai Rp1,6 triliun.
Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rahmawati mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan sangat tinggi, sementara RSUD Depok selalu penuh sesak. Apalagi pertumbuhan penduduk semakin meningkat.
Sementara infrastruktur kesehatan, kata dia, masih belum memadai. Farida mengakui kuncinya memang penataan kembali plafon anggaran prioritas...
The 400 membership of Association of Resident Doctors in the University of Ilorin Teaching Hospital (UITH) has embarked on rural medical posting/outreach with the aim of complementing government efforts on rural community health care programme.
Speaking at the free screening exercise for non communicable diseases like hypertension and diabetes among civil servants in Ilorin, the president of the association, Dr. Dele Tajudeen, said the programme was part of goals aimed at giving back to the community.
Dr. Tajudeen, who said the pilot exercise of the rural medical outreach had been carried out in Offa and Esie communities, adding that resident doctors from...
Many rural providers near retirement weigh making investment versus closing practice
LONDON, Ky. (April 5, 2013) — A new electronic health records (EHR) survey released this week found that 63 percent of rural health providers have not installed the new EHR software as mandated by the American Recovery and Reinvestment Act of 2009.
More than 280 of the small and rural doctor practices surveyed in the Southern Kentucky region could be impacted and would face financial penalties from Medicaid and Medicare if they do not have new electronic health records software installed by 2015.
More than 280 of the small and rural doctor...