Sunday, January 16, 2011 2:12 PM "Billy N." <billy@mediator.web.id>
http://www.detikhealth.com/read/2011/01/16/200941/1547813/763/menkes-endang-rahayu-sedyaningsih-kena-kanker-paru?881104755
Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih Kena Kanker Paru
Berita mengagetkan datang dari Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih. Doktor dari Harvard School of Public Health itu terkena penyakit kanker paru-paru. Syukurlah penyakit itu sudah bisa dikendalikan. Bahkan Endang tetap bisa beraktivitas seperti biasa. "Iya (terkena kanker paru-paru), tetapi sudah bisa diatasi dan dikendalikan. Itu diketahui setelah check up klinisnya kira-kira Oktober 2010," kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang. Menurut dia, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. "Nggak ada gejala apa-apa. Saat memimpin rapat, lalu kunjungan-kunjungan tampak sehat," ujar Bambang. Kepala RSPAD, dr Supriyanto, saat dikonfirmasi menyangkal kabar yang beredar bahwa dia turut menangani kesehatan Menkes. Dia bahkan belum tahu jika Menkes menderita penyakit paru-paru. Kalau pun Menkes menderita penyakit tersebut, dirinya tidak berwenang untuk memberitahukan ke publik. "Itu sepenuhnya hak individu beliau, saya nggak bisa memberi keterangan. Tapi yang pasti beliau selalu mengerjakan pekerjaannya 100 persen, baik di Jakarta atau pun di luar Jakarta," kata Supriyanto saat dihubungi detikcom.
"Saya nggak tahu, seandainya tahu pun secara etika kedokteran bukan wewenang saya untuk memberitahukan," imbuhnya. Menkes Endang R Sedyaningsih sendiri ketika dikonfirmasi detikcom via SMS tidak memberikan balasan. Begitu juga pejabat eselon I Kemenkes Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama enggan memberikan komentar. "Jangan tanya ke saya," jelas Yoga. Dari pihak Istana, Mensesneg Sudi Silalahi yang dikonfirmasi via SMS juga tidak membalas. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha belum mengetahui informasi ini, "Saya belum dengar soal itu". Menlu Marty Natalegawa yang sedang retreat di ASEAN Ministerial Meeting (AMM) di Pantai Medana, Lombok, juga mengatakan hal yang sama saat ditanya bahwa Menkes menjalani pengobatan di Guangzhou, China. "Oh saya nggak tahu itu. Belum ada laporan (dari Kedubes RI di China)," ujarnya. Sakit Sejak Oktober 2010 Kabar Menkes terkena kanker paru-paru juga telah didengar oleh Presiden SBY. Bahkan SBY menugaskan tim dokter pemerintah untuk membantu pemulihan kesehatan Menkes. "(Presiden SBY) Sudah tahu. Malah menugaskan tim dokter untuk mendampingi pemulihan tersebut," kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang. Bambang menuturkan, untuk memulihkan kesehatan, Endang telah mendapat berbagai perawatan. Utamanya perawatan dilakukan di dalam negeri. "Juga dibawa ke luar negeri, ke Guangzhou (China), beberapa kali. Saya tidak tahu pasti kapan, yang jelas sudah bisa dikendalikan. Karena tentunya harus ada pemulihan," sambungnya. "Pemulihannya cepat dan sudah bisa dikendalikan, insya Allah," tambahnya. Bambang tidak tahu kanker paru yang diderita Menkes berada di stadium berapa. "Saya nggak tahu karena nggak baca medical record-nya. Tapi sudah bisa dikendalikan," kata Bambang. Sakit yang diderita Endang diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. Saat memimpin rapat atau pun melakukan kunjungan kerja, Endang tampak sehat.
Sunday, January 16, 2011 3:24 PM "Anny Purba" <annyvictorpurba@yahoo.com>
Agar semua gedung dengan AC sentral dilarang beroperasi sampai AC sentral diubah menjadi AC split. AC sentral cenderung mengedarkan asap rokok kesemua unit dari siperokok tersembunyi yang tidak kenal kasihan dan egoistis.
Monday, January 17, 2011 2:22 AM "danuwinata" <danuwinata@gmail.com>
Pemeriksaan kesehatan untuk calon menteri tentunya oleh pakar dalam bidangnya, mungkin dapat dikatakan salah satu yang terbaik yang ada saat ini di Indonesia. Dan tentu alat yang digunakan termasuk mutakhir yang ada di sini. Sedikit menjadi pertanyaan, apakah kanker paru, memang ada kemungkinan tidak dapat terdeteksi ? Karena cukup menakutkan, 1 tahun yang lalu dilakukan pemeriksaan lengkap dinyatakan sehat, kemudian dalam 1 tahun berikutnya dinyatakan mengidap kanker. (Apakah beliau perokok ?, semoga tidak)
Monday, January 17, 2011 5:41 AM "Billy N." <billy@mediator.web.id>
halo Turut prihatin & semoga bisa ditangani dengan baik. Masalah diagnostik di Indonesia itu adalah bukan alat yang kurang canggih, tapi QC/standar yang buruk, pemeriksa nggak punya 'passion', ketelitian kurang, & kadang alat canggih nggak disertai kemampuan mengoperasikan atau membaca hasilnya dengan benar. Ini bukan masalah di Indonesia, tapi juga di Spore atau Malaysia. Kanker kan nggak serta merta ada, butuh proses yang lama. Bisa dibayangkan untuk tingkat diagnostik kesehatan menteri saat dipilih dulu seperti ini, seperti apa diagnostik kesehatan secara umum di Indonesia?
Monday, January 17, 2011 10:12 AM "Edhie S Rahmat" <edhiesr@yahoo.com>
Saya pribadi berharap bahwa pembukaan hasil diagnostik semacam ini bukan sekedar dipakai utk menggantikan posisi ibu Endang dengan tokoh partai. Walaupun itu hak presiden.
Monday, January 17, 2011 10:50 AM "sarmedi.purba@yahoo.de" <sarmedi.purba@yahoo.de>
Saya berpendapat bahwa keterlambatan penegakan diagnosa kanker paru tidak selalu karena kekurangtelitian dokter. Menurut statistik kan kebanyakan kanker paru yang terdeteksi sudah dalam stadium lanjut. Mudah-mudahan ini tidak pada Bu Menkes, krn katanya mash bisa diatasi. Mungkin ada alat diagnostik yang lebih canggih dan rumit untuk deteksi dini kanker paru, semisal bronkoskopi. Tapi siapalah yang mau menjalani pemeriksaan demikian minimal 1x setahun?
|